Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Airlangga Respons Rencana Mahfud Keluar dari Kabinet Jokowi

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto merespons rencana Menko Polhukam yang terhitung cawapres nomor urut 3 Mahfud MD mundur dari kabinet.

Airlangga menyatakan wacana mundur atau tidak dari kursi kabinet pemerintahan itu terserah Mahfud, dan Jokowi yang memilih diterima atau tidak.

“Ya jikalau itu kan lagi terpulang pada Pak Mahfud MD,” ujar dia yang terhitung Ketum Golkar itu pas ditemui di Desa Eretan Kulon, Indramayu, Jawa Barat, Rabu.

Dalam kesempatan itu Airlangga terhitung menyinggung hak istimewa presiden dengan sebutan lain hak prerogatif dalam menunjuk dan memberhentikan anggota kabinet.

“Tetapi kami ketahui bahwa jabatan menteri itu hak prerogatif pak Presiden. Jadi itu supaya klir aja,” mengerti Airlangga.

Di area terpisah, Menteri Perdagangan yang terhitung Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyatakan hak Mahfud jikalau memiliki rencana mengidamkan mundur dari kabinet pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Apalagi, sambungnya, menunjuk atau memberhentikan menteri adalah hak prerogatif presiden.

“Haknya orang, sebab menteri itu hak prerogatif presiden,” kata Zulhas di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (24/1).

Zulhas menyatakan presiden mempunyai hak untuk mengangkat dan memberhentikan seorang menteri. Pasalnya, presiden mempunyai hak tersebut.

“Saya jikalau berkenan mundur, saya dapat mengajukan surat. Tapi mengangkat atau memberhentikan hak prerogatif presiden sebab yang mendapat daulat mandat dari rakyat itu presiden yang terpilih,” ungkapnya.

Baca juga:

Sejarah Olahraga Karate Dari Awal Hingga Kini

Sejarah Olahraga Lompat Indah

Sebagai Info pada Pilpres 2024, Golkar dan PAN mengusung paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dengan posisi demikian, maka baik Zulhas maupun Airlangga menjabat posisi Dewan Pengarah bersama dengan sejumlah ketua lazim pengusung paslon duet Menhan cum Ketum Gerindra dan putra sulung Presiden Jokowi itu.

Sementara itu di Jakarta,  Jokowi mengaku menghormati ketetapan Mahfud yang memiliki rencana mundur dari jabatannya sebagai Menko Polhukam usai jadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024.

Jokowi menilai rencana tersebut merupakan hak khusus Mahfud.

“Ya itu hak dan saya amat menghargai,” kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu pagi.

Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD menambahkan alarm jelang pengunduran dirinya dari jabatan Menko Polhukam di kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ia menyindir sejumlah menteri Jokowi yang turut jadi tim berhasil (Timses) pasangan capres-cawapres di Pilpres 2024.

“Malah saat ini menteri-menteri yang tidak tersedia kaitannya bersama dengan politik ikut-ikutan jadi tim sukses,” kata Mahfud pas berbicara dalam kesibukan ‘Tabrak Prof’ yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/1) malam.

Namun, Mahfud tak menyebut nama menteri-menteri Jokowi yang masuk timses pasangan capres-cawapres.

Tentang Penulis

admin3