ESSA Tebar Dividen Rp 86,13 Miliar

PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), sebelumnya bernama PT Surya Esa Perkasa Tbk, telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 20 Maret 2024. Dalam rapat hal yang demikian, pemegang saham ESSA menyetujui pembagian dividen Rp 86,13 miliar atau Rp 5 per saham.

Pembagian dividen ini pantas dengan janji Perseroanuntuk memberikan poin terhadap Pemegang Saham melewati stabilitas keuangan dan keberlanjutan. Perseroan adalah perusahaan publik yang bergerak di sektor kekuatan dan kimia melewati kilang LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan pabrik amoniak.

Pembagian dividen kami yang konsisten menggarisbawahi janji kami untuk memberikan poin dan manfaat bentang panjang yang stabil terhadap pemegang saham kami. Kami berbangga dengan performa perusahaan dan yakin dengan kesanggupan kami untuk menavigasi situasi pasar sambil konsisten menjunjung tinggi artofhairpburg.com janji kami untuk menjadikan poin dan manfaat untuk pemegang saham,\\” kata Presiden Direktur ESSA, Kanishk Laroya dalam keterangan sah, Kamis (21/3/2024).

Performa Perusahaan
ESSA membukukan pendapatan sebesar USD 345,0 juta, turun 53 persen YoY, dan EBITDA sebesar USD 123,3 juta, turun 65 persen YoY pada Tahun 2023. Penurunan pendapatan utamanya disebabkan oleh harga komoditas yang lebih rendah dan shutdown dalam rangka pemeliharaan terpola pabrik amoniak yang telah dilakukan pada kuartal I 2023. ESSA terus bermufakat untuk mencapai keunggulan operasional dan cost discipline.

\\”Rekam jejak operasional kami patut memperoleh perhatian, dan kami kapabel untuk terus memperoleh efisiensi. Kami juga menjalankan evaluasi kans pertumbuhan baru dan optimis dengan masa depan ESSA sebagai pemimpin dalam transisi menuju keberlanjutan,\\” imbuh Kanishk.

Pada 2023, harga realisasi Amoniak ESSA mengalami penurunan sebesar 54 persen YoY menjadi rata-rata USD 412/MT. Penurunan harga Amoniak diawali pada permulaan 2023 dan mencapai jenjang terendah pada pertengahan 2023, kemudian menunjukkan popularitas peningkatan pada kuartal IV 2023.

ESSA memperkirakan harga amoniak akan konsisten berada di jenjang yang stabil serupa dengan harga Tahun 2023, walaupun pada permulaan 2024 diprediksi akan terjadi tekanan harga yang dipicu berita geopolitik di Timur Tengah dan Wilayah Laut Merah.

Trinugraha Akraya Sejahtera Lepas 3,2 Juta Saham ESSA

Sebelumnya, PT Trinugraha Akraya Sejahtera selaku pemegang saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) telah mengurangi porsi kepemilikan saham pada tanggal 29 Februari 2024.

Memberitakannya keterbukaan Berita Bursa Efek Indonesia (BEI), Trinugraha Akraya Sejahtera menjual 3.228.638.000 lembar saham dengan harga penjualan per saham Rp 500. Ini berarti Trinugraha Akraya Sejahtera menjual sempurna Rp 1,6 triliun saham ESSA.

Usai transaksi ini, Trinugraha Akraya Sejahtera mempunyai 173.687.000 saham ESSA atau sebesar 1,01 persen, dari sebelumnya 3.402.325.000 saham atau sebesar 19,75 persen. Adapun tujuan dari transaksi ini adalah realisasi Investasi dengan status kepemilikan saham lantas.

Memberitakannya data RTI, frekuensi perdagangan saham ESSA pada Senin, 4 Maret 2024 pukul 13.30 tercatat sebanyak 847 kali. Volume saham yang ditransaksikan adalah 9,42 juta lembar senilai Rp 4,84 miliar. Harga saham ESSA diperdagangkan di kisaran Rp 510 hingga Rp 520. Dalam sepekan, saham ESSA naik 0,98 persen.

Tentang Penulis

admin4