Festival Arakan Pengantin Akan Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak

Pontianak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak tengah menjalankan beraneka persiapan untuk menggelar Festival Arakan Pengantin. Festival kebiasaan yang rencananya akan digelar Pekan 9 Oktober 2016 ini yakni acara utama untuk menyambut hari jadi ke-245 Kota Pontianak.

Berdasarkan isu yang diterima, Kamis (6/10/2016), Hilfira Hamid, Kepala Disbudpar Kota Pontianak mengatakan, Festival Arakan Pengantin siap dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB, mengambil start di Museum Negeri, minuman beralkohol-arakan pengantin akan usai di Masjid Raya Mujahidin.

Untuk jumlah peserta, Hilfira Hamid slot777 login mengatakan, gelaran ini akan ditiru delapan kelompok yang berasal dari enam kecamatan se-Kota Pontianak, BUMD, dan Sanggar Serumpun. Kecuali itu, ada 18 pasangan calon pengantin dari enam kecamatan yang akan mencontoh nikah massal.

Hilfira Hamid mengakui, untuk memeriahkan acara ini, pihaknya telah mengundang beberapa daerah serumpun dari provinsi-provinsi lainnya, tetapi mereka tidak bisa mencontoh aktivitas ini lantaran keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah masing-masing. Meskipun demikian, beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, telah memberikan konfirmasi untuk hadir sebagai tamu undangan.

Digelarnya Festival Arakan Pengantin yakni upaya pelestarian adat istiadat yang menjadi kebiasaan dalam pernikahan, lebih-lebih pengantin Melayu Pontianak di tengah modernisasi. Sejatinya, minuman beralkohol-arakan pengantin itu yakni memandu mempelai pria menuju ke rumah mempelai perempuan.

“Sebab ini formatnya festival, sehingga kita ikut sertakan mempelai perempuannya dalam arakan pengantin supaya lebih menarik,” ujar Hilfira Hamid.

Dalam minuman beralkohol-arakan ini juga menyertakan kedua mempelai pengantin, orang tua dari kedua belah mempelai, pengiring-pengiringnya dilengkapi dengan barang-barang hantaran serta diiringi alunan musik berupa tar ataupun tanjidor.

Adapun pengantin laki-laki mengenakan pakaian Teluk Belanga, meski perempuannya mengenakan pakaian kurung. Pengiring-pengiring yang memandu calon pengantin membawa beraneka perlengkapan dalam prosesi pernikahan adat melayu.

Barang-barang hantaran isinya antara lain jebah berisi sirih, pinang, kapur, tembakau, gambir, dan bunga rampai. Kecuali itu, juga ada uang asap, perhiasan emas, pakaian, alat-alat dan bahan kecantikan, seperangkat perlengkapan tidur seperti selimut, seprei dan lainnya, seperangkat alat dan perlengkapan mandi, serta barang-barang kelontong serta seperangkat alat shalat.

Tidak tertinggal, dari beraneka barang hantaran tadi, juga dihiasi dengan Pokok Telok, yakni menyerupai pohon kecil dengan tangkai-tangkai yang masing-masing terdapat telor dan hiasan berwarna-warni. Ada juga Pokok Manggar, yang tangkainya terbuat dari lidi dilapisi kertas warna-warni dan ditancapkan pada bagian batang pisang atau buah nanas yang telah ditusuk tongkat kayu untuk ditancapkan di halaman rumah mempelai wanita.

Hilfira Hamid ingin, festival yang digelar rutin setiap tahun dalam memperingati hari jadi Kota Pontianak ini bisa menjadi tenaga tarik wisata dan cakap memikat atensi wisatawan untuk memperhatikan langsung bagaimana adat istiadat prosesi pernikahan dalam kebiasaan Melayu Pontianak.

Tentang Penulis

admin7