5 Poin Pidato Politik Megawati ‘Sang Provokator’ di Rakernas PDIP

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri memberikan pidato politik dalam rapat kerja nasional atau Rakernas V partai di kawasan Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat, 24 Mei 2024. Sejumlah topik dibahas oleh Presiden ke-5 waktu memberikan pidato lebih dari satu jam dalam Rakernas PDIP.

Mulai dari proses pemilu, kode perubahan kepemimpinan di PDIP, sampai proyeksi politik dalam kiprah politik nasional mendatang.

Menyebut diri sebagai ‘Provokator’, Megawati mengklaim apa yang dia laksanakan waktu ini adalah demi bangsa dan negara. Kepada 4.858 peserta Rakernas yang hadir, putri Sukarno ini tak persoalan jika dianggap sering ‘ngamuk’ demi kejayaan partai.

Berikut lima poin dari pidato politik Megawati dalam Rakernas V PDIP

Menangis Terharu Menang Pemilu

Megawati berterima kasih kepada semua rakyat Indonesia yang tetap membantu PDIP sampai tetap berdiri tegak jadi pemenang Pemilu Legislatif tiga kali berturut-turut. Tak kuasa mencegah tangis, Megawati membuktikan kemenangan itu berjalan di tengah anomali yang terjadi.

Ketua Umum PDIP menyatakan, partai yang dulu melalui badai sejarah, bakal tetap berani melawan segala wujud ketidakadilan. Tercatat sampai tiga kali Megawati menanyakan soal keberanian meminta komitmen pada keadilan. Tiga kali juga dijawab peserta rakernas dengan tegas.

“Ya sebenarnya tersedia (kecurangan), saya mengerti kok. Kan seutuhnya pada menyebutkan sepertinya tidak (ada kecurangan). (Mereka bilang) ‘oh tidak’; layaknya KPU-nya bilang ‘Ohh itu kan jujur, jurdil, jujur adil, luber, langsung, umum, bebas, rahasia’. Padahal itu KPU oleh yang ngomong,” kata Megawati.

Singgung Intervensi Penguasa

Megawati, dalam pidato politiknya, menyinggung intervensi kekuasaan dalam putusan 90 Mahkamah Konstitusi. Pengubahan ketetapan ini memungkinkan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk jadi Cawapres Prabowo.

Nama Jokowi atau Presiden Joko Widodo disinggung para kader waktu ditanya Mega siapa yang perlu disalahkan dalam skandal MK. Megawati menyebutkan pengingkaran pada rakyat dibuktikan melalui praktek penyalahgunaan kekuasaan, dengan memanfaatkan sumber daya negara demi keperluan elektoral. Intimidasi hukum berjalan atas nama kekuasaan.

Istana Kepresidenan menyebutkan Rakernas PDIP merupakan agenda internal. Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menilai pidato Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri juga dimaksudkan untuk internal. “Presiden Jokowi tidak dalam posisi menanggapi pidato Ketum PDIP,” kata Ari kepada Tempo pada Jumat malam, 24 Mei 2024.

Sinyal Suksesi di PDIP

Ketua Umum PDIP menebar isyarat Puan jadi suksesornya. Dengan berseloroh, Putri Presiden Sukarno ini meminta ganti posisi dengan Puan, yang waktu ini menjabat sebagai Ketua DPR.

Megawati menggoda Puan yang sering jalan-jalan konsisten ke luar negeri untuk kunjungan kerja sebagai Ketua DPR. “Gantian lah serupa saya. Saya deh yang jadi ketua DPR, anda yang jadi ketua umum,” kata Megawati. Puan, cuma tersenyum mendengar pernyataan Megawati.

Pengamat dinasti politik Yoes Kenawas menilai Puan Maharani sebagai kandidat kuat pengganti kepemimpinan ibunya, gara-gara telah menjalani periode apprenticeship atau era pendidikan dan persiapan untuk nantinya mengambil alih kepemimpinan PDIP.

Kritik Revisi UU Penyiaran sampai MK

Revisi UU Penyiaran yang tengah digodok Badan Legislasi DPR ikut jadi perhatian Megawati. Dia mempertanyakan draf revisi yang memuat larangan jurnalisme investigasi.

Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini juga menilai kesepakatan untuk mengulas pengubahan ketetapan Mahkamah Konstitusi dilaksanakan melalui proses yang tidak benar. Pemerintah dan DPR setuju untuk mengulas Revisi UU MK waktu era reses pada Senin,13 Mei 2024.

“Selain dilaksanakan tiba-tiba, dan pada era reses, sepertinya menyembunyikan suatu keperluan politik yang begitu besar,” kata Megawati.

BACA JUGA : Airlangga Respons Rencana Mahfud Keluar dari Kabinet Jokowi

Sikap PDIP pada Pemerintah Prabowo

Menyikapi Pemerintahan mendatang, yang bakal dipimpin Prabowo Subianto, Megawati menyebutkan partainya bakal mementingkan check and balances. Keputusan akhir PDIP untuk menjalin kerja serupa dengan pemerintahan Prabowo-Gibran bakal diumumkan pada akhir acara pada Ahad, 26 Mei 2024.

Sikap PDIP ke depan tetap perlu perlu diamati dengan seksama. Megawati menyebutkan PDIP bakal mendengarkan semua nada akar rumput yang menitipkan terlembaganya demokrasi yang sehat, sebagai skala prioritas dalam Rakernas.

“Demokrasi juga membutuhkan partai politik yang sehat dan terlembaga, dan juga proses hukum yang benar benar berkeadilan,” kata Megawati.

Tentang Penulis

admin 8