Sistem Mencegah Anemia Aplastik, Berikut Langkahnya

Anemia aplastik merupakan penyakit darah langka yang dapat mengancam jiwa. Segera, bagaimana metode mencegah penyakit ini?

Sebelum membahas pencegahannya, kenal dahulu penyebab anemia aplastik berikut.

Apa penyebab anemia aplastik?

Untuk dikenal, anemia aplastik merupakan slot77 gacor kondisi ketika tubuh berhenti memproduksi sel darah baru, bagus itu leukosit, trombosit, eritrosit, maupun ketiganya.

Pengidap anemia aplastik berisiko mengalami infeksi serius, seperti situasi sulit pendarahan dan gangguan jantung yang mengancam jiwa.

Praktisi Kesehatan Masyarakat dr. Ngabila Salama menerangkan beberapa penyebab anemia aplastik, merupakan adanya keturunan genetik atau diperoleh selama hidup karena penyakit menular atau tak menular.

Tapi, berdasarkan Ngabila, potensi seseorang terkena anemia aplastik amatlah jarang.

“Keadaan ini amat jarang, kurang dari 15.000 orang per tahunnya di Indonesia atau lima kasus per 100.000 penduduk sehingga susah dikenali gejalanya,” kata Ngabila Salama, dikutip dari Antara, Selasa (9/4/2024).

Penyebab anemia aplastik lainnya merupakan efek kemoterapi dan radioterapi pada kanker, autoimun, konsumsi obat-obatan atau zat kimia dan infeksi lainnya.

Ngabila melanjutkan penjelasannya mengenai gejala anemia aplastik, seperti mudah lelah, letih, lesu, lambat berfikir, dan loyo imbas kurangnya sel darah merah.

Kemudian mudah sakit dan terkena infeksi menular seperti batuk pilek dan diare karena sel darah putih yang tak cukup memberi proteksi pada tubuh.

Bagaimana metode mencegah anemia aplastik?

Ngabila Salama menerangkan pencegahan anemia aplastik dapat dijalankan dengan skrining kesehatan terjadwal tiap enam bulan sekali.

Kemudian dengan program deteksi dini yang diberi pemerintah secara gratis merupakan program calon pengantin yang meliputi pemeriksaan darah kedua calon dan pemeriksaan ibu hamil.

Sementara pada buah hati-buah hati dengan riwayat keturunan kanker seperti kanker darah atau autoimun, direkomendasikan untuk mengerjakan skrining darah secara terjadwal enam atau 12 bulan sekali.

Skrining tersebut meliputi pemeriksaan hematologi komplit, malah cocok anjuran dokter dapat jadi diperiksakan bone marrow puncture dan Red Blood Cell Distribution Width (RDW) untuk mengevaluasi kisaran ukuran sel darah merah.

Berdasarkan Ngabila, pemeriksaan darah komplit dapat diperoleh secara gratis dengan BPJS di puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat satu terdekat.

Masyarakat juga perlu menjaga pola hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi berimbang, tidur cukup, dan olahraga teratur untuk mencegah anemia aplastik.

Tentang Penulis

admin7